Jumat, 25 Oktober 2019

Tersebar Video Syur Miripnya, Gisel Kini Sambangi Polda Metro Jaya

Image result for videonya tersebar, gisel
InsertLive

Tersebar video syur yang mirip degannya, Penyanyi Gisella Anastasia kini mendatangi Polda Metro Jaya guna bersama kuasa hukumnya, Sandy Arifin.

Sekitar pukul 14.15 WIB, Jumat (25/10) Gisel yang juga datang bersama kekasihnya, Wijin, melaporkan kasus tersebut agar nama baiknya tidak menjadi negatif lantaran video syur yang diduga mirip dengannya.

"Nanti ya, aku masuk dulu," kata Gisel sambil memasuki ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Dan hingga saat ini, Gisel sendiri masih berada di dal SPKT bersama Wijin dan Sandy Arifin.

Sumber: Akurat.co 

Indonesia Alami Suhu Panas Hingga Akhir Oktober

Image result for indonesia panas
Alinea.ID

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, M.Si. mengatakan bahwa panasnya cuaca Indonesia beberapa hari ini akan berlanjut hingga akhir Oktober.

"Potensi suhu panas yang harus diwasapai hingga sepekan ke depan. Maka, dihimbau masyarakat Indonesia lebih perbanyak minum air putih," katanya di acara temu media di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Jumat, (25/10).

Lebih lanjut, ia mengatakah hal ini dikarenakan pada bulan Oktober belum memasuki musim hujan. Dan karena adanya triger pergerakan semu matahari di bulan ini, maka suhu di pulau Jawa diperkirakan akan mencapai 38 hingga 39 derajat celcius.

"Secara umum di wilayah Jawa itu cukup siginifikan. Contohnya di Semarang, yang terpantau oleh kami bisa mencapai 39 derajat selsius. Belum mencapai 40 derajat selsius," katanya.

Selanjutnya, pada 27 hingga 30 Oktober akhir,  kondisi cuaca panas terik di siang hari titik kuliminasi mulai berkurang. 

"Sehingga, potensi panas hanya sampai dengan akhir bulan," tukasnya.

Sumber: Akurat.co 

Marshanda Kena Hujat Warganet Usai Upload Foto Seksi

Image result for marshanda
Tribunnews.com

Kabar terbaru kali ini datang dari Marshanda. Dimana kali ini ia membuat warganet geram dengan foto terbaru di Instagram pribadinya.

Dalam foto tersebut memperlihatkan Marshanda yang tengah foto di kerumunan orang yang di ambil di luar negeri. Dimana tampak terlihat ia hanya mengenakan blazer yang dipadankan dengan celana panjang putih. Yang mengejutkan, Marshanda hanya menyematkan kancing di bagian bawah dada dan perut. Bahkan tampak terlihat ia menunjukkan sideboob.



"Murder her. She has an uncensored soul (bunuh dia. Dia punya jiwa yang tidak disensor)," tulis Marshanda, dikutip pada Jumat (25/10)

Melihat foto ini, warganet langsung membanjiri komentar di Instagram pribadi milik Marshanda.

"Kasian Hidayah yg sudah allah kasih di sia2 kan. Semoga Allah kembali memberikan hidayah buat mu," komentar Ukhtivera_salafiyah.

"Waduh, auratny kok mlah diumbar2," ucap Renieaja.

"Napa gak telanjang aja.....dsar stresss," seru Reza_afrima.

"Aduh ca, kmaren ktmu nenek iroh sm baim paula kelihatan nya alim bner. Ko pnmpilan ny ginu ca ?" seru Yaassniawaty.

Sumber: Akurat.co 

Indonesia Berhasil Jadi Juara Umum di ASEAN ICT Award 2019

Image result for Tim AICTA Indonesia yang berhasil membawa pulang 2 medali emas dan 1 perunggu dalam ajang tahunan AICTA 2019 di Vietnam. | Dokumen
Kementerian Komunikasi dan Informatika

Kali ini anak-anak negeri kembali membuat nama Indonesia menjadi harum. Dimana Indonesia berhasil menjadi juara umum dalam ajang ASEAN ICT Award (AICTA) 2019. 

Bahkan Indonesia berhasil meraih tiga medali sekaligus dalam kompetisi TIK tersebut. Yang kemudian hal ini membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bangga.

"Indonesia berhasil menjadi tiga finalis dengan merebut dua emas dan satu perunggu. Melalui pencapaian tersebut, Indonesia juga menjadi juara umum dalam ajang apresiasi karya dan produk ICT Level ASEAN," ujar Plt. Kabiro Humas Kominfo Ferdinandus Setu, Jumat (25/10/2019).

Emas pertama Indonesia berhasil diraih oleh tim RiTx Bertani dalam kategori Private Sector. Sementara emas kedua berhasil didapatkan dari kategori Research and Development (RnD) oleh tim ATM Sehat.

Sedangkan medali perunggu berhasil disabet oleh tim Darah Kita dalam kategori Corporate Social Responsible. Berdasarkan akumulasi perolehan medali, Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan perolehan emas terbanyak dibanding perserta lainnya.

Dalam ajang ini, Indonesia berhasil mengalahkan Laos, Singapore, Vietnam, dan Thailand yang hanya mengumpulkan satu emas saja.

Sumber: Akurat.co 

Kamis, 24 Oktober 2019

Susunan Direksi Dirombak, Achmad Baiquni Masih Jadi Direktur Utama BNI

Related image
m.economiczone.id

Hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. memutuskan untuk merombak susunan direksi.

Dimana susunan direksi yang diberhentikan dengan hormat Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Jaringan Catur Budi Harto. Posisi tersebut digantikan oleh Tambok P. Setyawati yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Konsumer BNI. Serta posisi Direktur Bisnis Konsumer kini diisi oleh Ario Bimo yang sebelumnya posisi ini diisi oleh Anggoto Eko Cahyo.

Namun, dalam rapat ini RUPSLB BNI tidak mengubah posisi direktur utama yang diisi oleh Achmad Baiquni dan wakil direktur yang diisi oleh Herry Sidharta. 

Dalam perombakan susunan direksi ini, Achmad Baiquni selaku Direktur Utama BNI menjelaskan bahwa semua ini telah dilakukan dengan banyaknya pertimbangan. Seperti mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki oleh pihak yang terpilih

“Seperti Pak Bob yang bertukar posisi dengan Pak Rico pernah punya pengalaman di divisi internasional maupun cabang luar negeri,” ucap Baiquni usai RUPSLB di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Berdasarkan RUPSLB, Bob Tyasika Ananta yang sebelumnya menjabat sebagai direktur manajemen risiko bertukar posisi dengan Rico Budidarmo yang sebelumnya menjabat sebagai direktur tresuri dan internasional.

Tak hanya susunan direksi saja yang diubah, dalam RUPSLB BNI juga Marwanto Harjowiryono diberhentikan sebagai komisaris perseroan. Posisi tersebut kini diisi oleh Askolani.

Jumat, 11 Oktober 2019

Usai Sholat Jumat, Warga Depok Temukan Bayi Membusuk di Got

Image result for bayi dibunuh
Nakita.ID - Grid.ID

Usai menjalankan ibadah Salat Jumat sekitar pukul 12.30 WIB, Warga Kelurahan Bakti Jaya menemukan adanya bayi laki-laki yang sudah membusuk di dalam drainase di Jalan Keadilan Ujung, Sukmajaya, Depok, Jumat (11/10/2019) siang.

Melansir dari Akurat.co, hal ini bermula ketika warga mencium aroma kurang sedang dari dalam plastik di dalam got.

"Awal saksi mengira bangkai hewan, setelah dicek ternyata bayi berjenis kelamin laki-laki diperkirakan masih berusia dua hari lengkap dengan ari-ari sudah membusuk," kata Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya AKP, Harun Rosyid.

Harun meduga, bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap yang kemudian dibuang tiga hari lalu dan akhirnya membusuk. Dan kini Jasad Bayi kini dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk divisum. Sementara, saksi yang melihat kejadian dimintai keterangan oleh penyidik.

"Sama warga jasad sempat diangkat ditaruh dalam kardus air mineral, setelah itu langsung dibawa ke RS," tuturnya.

Sumber: Akurat.co 

Wiranto Ditusuk, Jerinx Pertanyakan Motif Penusukan Wiranto

Image result for Mempertanyakan Motif Penusukan Wiranto, Jerinx: Kalau Niat Bunuh, Kenapa Pisaunya Kecil?
Celebrity OkeZone

Terkait penusukan terhadap MenkoPolhukam, Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019), Jerinx mengajak masyarakat untuk mendoakan Wiranto agar sehat kembali dan bisa menjalankan aktivitas seperti biasa. 

Dalam Twitter pribadinya, Jerinx memposting foto yang memperlihatkan dirinya bersama Wiranto tengah duduk sejajar di dalam ruangan.

“Lekas sembuh bro,” tulis Jerinx lewat akun Twitter dikutip AKURAT.CO.


Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh JRX (@jrxsid) pada


Sebelum membuat kicauan itu, Jerinx mempertanyakan motif penusuk Wiranto. Dia merasa janggal dengan senjata tajam yang digunakan pelaku.

“Kalau niatnya emang membunuh kenapa pisaunya kecil ya,” ujarnya.

Sumber: Akurat.co 

Mulai 2020, Singapura Larang Iklan Minuman Kemasan

Related image
nashagazeta.ch

Resmi pada tahun 2020, Singapura akan menjadi negara pertama yang melarang adanya iklan minuman kemasan yang mengandung kadar gula yang sangat tinggi. 

Melansir dari Strait Times, Jakarta, Jumat (11/10/2019), Menteri Senior Kesehatan Edwin Tong mengatakan kebijakan ini dirancang untuk mendorong masyarakat agar memiliki banyak pilihan informasi tentang minuman yang akan dikonsumsinya. 

Selain itu juga, membuat produsen mengurangi kadar gula dalam minuman manis yang dikemas dalam gula atau sugar-sweetened beverages/SSBs. Dimana minuman dengan kadar gula sedang hingga tinggi harus menempelkan label di bagian depan kemasan yang menandakan isi kandungannya tidak sehat.

Label akan diberikan dalam bentuk stiker warna yang menunjukkan apakah minuman itu sehat, netral atau tidak sehat. Label juga hanya akan diberlakukan pada minuman yang masuk dalam klasifikasi tidak sehat, namun minuman sehat bisa menggunakan label sehat sebagai promosi.

Untuk minuman yang terkena aturan ini tersebut bisa saja dikemas dalam botol, kaleng, dan bungkus untuk minuman instan, minuman ringan, susu dan yoghurt.

Sumber: Akurat.co 

Kasus Tewasnya WNA di Sabang Kini Masih Dalam Penyelidikan Polisi

Image result for Kasus Tewasnya WNA di Sabang Kini Masih Dalam Penyelidikan Polisi
Detik News

Tewasnya seorang warga negara asing asal Italia, Luca Aldrovandi (50) di kawasan Iboih Ie, Kota Sabang, Aceh, Kamis (10/10/2019) kini masih diselidiki oleh pihak kepolisian.

"Tadi jam 8 (pagi) kita dapat informasi. Di TKP, kita temukan korban dalam kondisi sudah meninggal dengan luka tusuk," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Sabang, Inspektur Polisi Satu Abdul Halim, saat dikonfirmasi Kamis (10/10/2019).

Kematian warga negara asing yang sekiranya pukul 09.00 WIB ini ditemukan dalam posisi terlentang dengan sebelah pisau masih tertancap di leher sebelah kanan.

"Jadi saat ini, kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif kejadiannya seperti apa," imbuhnya.

Melansir dari laman Akurat.co, Luca sudah lama menetap di Sabang dan telah menikahi seorang wanita Iboih bernama Eva (45). Bahkan, ia diketahui juga memiliki penginapan (homestay) di kawasan tempat wisata tersebut dengan memperkerjakan dua orang pekerja, berinisial R dan W. 

"Kemudian kebetulan, salah seorang pekerja lainnya meminta izin pulang. Pas kebetulan dia pulang, pas pula kejadian. Sehingga kita jemput untuk dimintai keterangan dalam proses penyelidikan," ujar Abdul Halim.

Sumber: Akurat.co 

Agum Gumelar: Kondisi Wiranto Kini Membaik

Image result for wiranto
Detik News

Terkait penusukan yang terjadi kepada MenkoPolhukam, Wiranto, Dewan Pertimbangan Presiden, Agum Gumelar langsung menjenguknya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).

"Membaik, saya komunikasi dengan beliau, pelan, bicaranya jelas kok, ya minta doa restu lah. Pasti itu begitu dan saya lihat kondisi akan membaik," kata Agum.

Agum Gumelar mengatakan bahwa dengan adanya peristiwa penusukan itu, pengamanan pejabat negara harus diperketat lagi.

"Masalahnya kita menghadapi teror, teror itu berada di tempat yang gelap. Kita berada di tempat yang terang, mereka tahu kita, kita tak tahu mereka, teror itu bisa terjadi kapan saja dimana saja dengan cara apa saja terhadap siapa saja," sambungnya.

Ia menuturkan, kunci menghadapi ancaman teror adalah bagiamana memberdayakan Badan Intelijen Negara (BIN). Walau ini bukan termasuk 'kecolongan' BIN, BIN dikatakan harus bekerja lebih keras lagi dalam menghadapi ancaman terhadap pejabat negara.

"Bukan begitu (kecolongan intelijen), tapi kita harus bekerja lebih keras, menghadapi ancaman seperti ini kuncinya intelejen, intelejen bisa menjadi dasar bagi kita untuk mencegah teror itu terjadi," tandasnya.

Sumber: Akurat.co 

Kamis, 10 Oktober 2019

Achmad Baiquni Kini Duduki Posisi Dirut Baru BNI

Achmad Baiquni (kanan) ketika masih menjabat sebagai Direktur Keuangan BRI
Achmad Baiquni (kanan) ketika masih menjabat sebagai Direktur Keuangan BRI |  Foto: Yasin Habibi/ Republika

Tak salah Bank Negara Indonesia (BNI) memilih Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama. Pasalnya, bankir bertangan dingin’ memiliki sejarah yang sangat panjang di dunia perbankan.

Sebelum menjadi Direktur Utama BNIAchmad Baiquni pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan BRI sejak tanggal 20 Mei 2010. Ia memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 1984. 

Sebelumnya Baiquni pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, dan Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal.

Baiquni mendapat gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Bandung (1982) dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Filipina (1992). 

Baiquni sendiri juga telah mengikuti beberapa pelatihan, kursus dan seminar perbankan termasuk Risk Management in Retail Banking – BSMR (Belanda); Executive Training for Director – The Wharton School of The University of Pennsylvania (Amerika Serikat); Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification – BSMR (Singapura); Retail Banking Conference – LAFERTY (Singapura); Asian Bankers Surveyor Program – Bank of New York (New York); dan SESPIBANK – IBI (Jakarta).

Mewakili BRI saat itu, Baiquni juga pernah mengikuti berbagai roadshow maupun conference di London, New York dan Singapura.

Sumber: Republika.co.id

Bersama Achmad Baiquni, Pertumbuhan Laba Bersih BNI Terus Mengalami Perkembangan

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni
* Foto: Men's Obsession

Tak salah Bank Negara Indonesia (BNI) memilih Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama. Karena Baiquni yang mendapat julukan ‘bankir bertangan dingin’ ini sangat cocok disatukan dengan bank pelat merah ini yang konsisten mencetak kinerja positif dari waktu ke waktu. Pasalnya setelah Baiquni menjabat sebagai Dirut, BNI selalu mengalami kemajuan dari tahun ke tahun.

Seperti pada tahun 2017, Achmad Baiquni berhasil mengantarkan BNI membukukan laba bersih sebesar Rp13,62 triliun. Perolehan laba tersebut meningkat 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp11,34 triliun. Pertumbuhan laba bersih ini merupakan hasil dari perkembangan bisnis pada segmen Business Banking dan Consumer Banking dengan disertai perbaikan kualitas aset.

Pertumbuhan kinerja BNI terus berlanjut dan terjaga. Kini dapat dilihat pada 2018, perusahan plat merah berkat Achmad Baiquni tersebut tetap mampu menunjukkan kinerja positifnya. Selama semester I-2018, laba bersih BNI mencapai sebesar Rp7,44 triliun atau tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,41 triliun.

Pertumbuhan laba bersih BNI ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang disertai perbaikan kualitas aset. Pertumbuhan NII meningkat dari Rp15,40 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp17,45 triliun pada periode yang sama tahun ini. Angka tersebut tumbuh 13,3 persen lebih cepat dibandingkan pertumbuhan NII di industri perbankan nasional yang hanya mencapai 3,4 persen per April 2018.

Pada Semester I/2018, BNI juga mencatat Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,5 persen. DPK ini didominasi oleh dana murah (CASA) yang komposisinya mencapai 63,8 persen dari total dana yang terhimpun. Ruang bagi BNI untuk menyalurkan kredit pun masih terbuka lebar, ditandai dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 87,3 persen pada semester I/2018. Seluruh kondisi itu memberikan keyakinan BNI mempunyai likuiditas yang baik dan ruang yang cukup untuk melanjutkan ekspansi kredit pada semester II/2018.

Selain sukses dalam performa bisnis, kepemimpinan Achmad Baiquni juga patut diapresiasi dalam hal inovasi pelayanan nasabah. Seperti belum lama ini, BNI sudah meluncurkan delapan produk layanan yang dikembangkan dengan berbasis teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang semakin cepat, efektif, dan efisien.

Kedelapan produk digital BNI itu adalah, UnikQu, BNI Acquiring Online, BNI API Management, BNI e-collection, BNI Debit Online, BNI SMS Payment, BNI i-Pay, dan Agen46. Selain itu, BNI juga melaunching produk inovasi bernama YAP (Your All Payment) yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Di mana nasabah tidak perlu lagi menggunakan mesin EDC untuk bertransaksi.

Inovasi-inovasi yang dilakukan BNI bersama Achmad Baiquni tersebut bahkan mendapat apresiasi Presiden RI, Joko Widodo pada pameran Indonesia Banking Expo (IBEX) 2017 yang lalu. Presiden mendukung upaya BNI dalam memberikan kemudahan nasabah untuk bertransaksi, bahkan berpesan agar masyarakat di edukasi ketika implementasi aplikasi inovasi tersebut dilaksanakan. Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih Achmad Baiquni tentu tak lepas dari pengalaman dan karirnya selama ini.

Achmad Baiquni yang juga Alumni Universitas Padjadjaran yang meraih master dari Business Management, Asian Institute of Management, Filipina, ini sebelumnya pernah menjabat Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah, Direktur Konsumer, kemudian Direktur Keuangan di bank yang sama. Pria necis tersebut juga mengasah kemampuannya dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan di dalam dan luar negeri, di antaranya Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat.