Selasa, 08 Januari 2019

Dari PNS Hingga Menjadi Anggota DPR, Ini Perjuangan Misbakhun

Hasil gambar untuk Hidup Mukhamad MisbakhunMukhamad Misbakhun yang merupakan seorang anggota DPR fraksi Partai Golkar. Namanya selalu dikaitkan dengan kasus Century yang saat ini masih belum juga selesai.

Misbakhun yang juga anggota inisiator Hak Angket Century di DPR, justru membuatnya mendekam dalam penjara selama 2 tahun atas tuduhan korupsi. Kasus Misbakhun dan perusahaanya dikait-kaitkan dengan kasus Century dimana Misbakhun diduga memalsukan dokumen letter of credit (L/C) yang kemudian berubahlah tuduhan itu menjadi kasus Misbakhun korupsi.

Namun, kini namanya telah bersih kembali setelah Mahkamah Agung (MA) menyatakan dirinya tidak bersalah. Pengalaman semasa di penjara dianggapnya sebagai salah satu fase terpenting dalam hidupnya karena telah memberinya banyak pembelajaran.

Awal karirnya, Misbakhun bekerja sebagai auditor di bawah Kementerian Keuangan dijalaninya selama 15 tahun. Setelah melakukan pengabdian panjang yang membuat koneksi dan pengetahuannya semakin terbuka, Misbakhun memutuskan untuk menjadi pebisnis rumput laut.

Namun rupanya, semua ini belum cukup bagi seorang Misbakhun. Ia masih mengejar sesuatu yang mengganjal di benaknya. Akhirnya terpikirlah ia untuk mengabdi kepada masyarakat. Ia ingin menjadi politikus.

“Ada karya yang lebih besar, yaitu mind, waktu dan getaran hati, sehingga kita memikirkan hal yang lebih besar, yaitu memasuki dunia politik untuk memberi sumbangsih kepada masyarakat.”

Gagasan mulia ini direalisasikannya dengan mencalonkan diri ke kursi DPR RI di Jawa Timur melalui partai PKS. Karena banyaknya masyarakat yang tidak percaya terhadap wakil rakyatnya, Misbakhun pun menciptakan sebuah slogan agar masyarakat percaya.

“Demi Allah, saya akan serahkan 100% gaji pokok saya di DPR bila saya terpilih,” begitulah bunyi slogannya. Saat itu ia berada di PKS. Ketika ia berhasil menduduki kursi DPR, ia realisasikan janjinya ke masyarakat di daerah pilihannya (Dapil).

Kepercayaan inilah yang membuat Misbakhun terpilih lagi untuk duduk di kursi DPR tahun 2014. Pada pemilihan kedua ini ia telah berpindah partai ke Golkar namun tetap berada di dapilnya, Pasuruan-Probolinggo.

Pengalamannya yang baru seumur jagung tidak menjadikan Misbakhun takut untuk aktif di DPR. Di awal karirnya sebagai anggota legislatif itu, ia langsung ikut mengungkap permasalahan Bank Century dan mengusulkan hak angket.

Dengan latar belakang akuntan dan auditor forensik, Misbakhun memiliki kemampuan yang berharga dalam pengungkapan kasus Century.

“Politik itu ibarat berbalas pantun. Begitu kita serang, maka kita harus siap diserang balik.”

Ucapan Misbakhun ini menggambarkan keadaannya saat berhadapan dengan kasus Misbakhun tersebut. Saat dituding memalsukan L/C, beliau tidak memiliki cukup resistensi baik dari sisi pribadi maupun dari partai yang menaunginya saat itu.

Akhirnya dengan adanya tuduhan Misbakhun menjalani penjara selama 1 tahun di Bareskim dan kemudian selama hampir setengah tahun di Salemba. Masa aktifnya di DPR saat itu hanya sekitar 8 bulan.

Di dalam penjara akibat tuduhan akan kasus Misbakhun korupsi inilah Misbakhun mengalami fase yang mengubah hidupnya sehingga lebih dapat menghargai hal-hal kecil dalam hidup dan memperkaya wawasan dunia politik.

Misbakhun mengaku bahwa dirinya bisa saja menghindari penjara dengan berkompromi dan merahasiakan informasi, namun jalan itu enggan diambilnya. Menurutnya, seseorang seringkali mengambil langkah yang tidak dimengerti orang lain, tapi kita harus tetap mengambil jalan yang sesuai dengan keinginan dan getaran hati.

Sampai saat ini, kasus Century belum juga dapat diselesaikan akibat sisi politik yang melibatkan orang-orang besar. Menurut Misbakhun, semuanya ini tinggal melihat seberapa berani KPK untuk menuntaskan kasus yang sudah jelas dan lengkap semua barang buktinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar